Ada seorang remaja wanita masih sekolah di kelas 2 SMA, setiap hari dia di tugaskan untuk merawat nenek nya, nenek nya sudah lumpuh hidupnya hanya di habiskan di tempat tidur. Suatu saat iya mulai protes karena ketidak adilan yang di rasakanny.
“Ma .., gantian dong merawat nenek, masa’ setiap hari harus aku”, kata si wanita kepada mamanya, kemudian Mamanya memotivasi
“Nak .. merawat nenek pahalanya banyak”.
Sesekali anak itu mau menuruti mamanya, tp di saat lain ia mulai protes lagi,
“Ma, gantian dong yg merawat nenek, masa’ setiap hari harus aku, kenapa harus aku ?? kenapa tidak mama ?? kenapa tidak bapak, dan kenapa tidak kakak atau adik yg merawat nenek, tp kenapa harus aku ???”.
Protes nya mulai keras, mamanya kemudian memeluk sambil menangis,
“Nak, kamu sudah besar, kamu benar-benar mau tau kenapa ??,”
“Iya ma ..”. Jawab si Anak
“Dulu .. sewaktu kamu masih berumur enam bulan, malam itu rumah kita kebakaran, semua orang menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa di selamatkan, Bapak dan Nenek manggendong kakak-kakak mu dan Mama menggendong kamu .. setelah kita keluar semua, Bapak bertanya kepada Mama,
“Mana Bayi nya ???”
Tanpa sadar ternyata yang mama gendong bukan bayi tp guling kecil, kami baru sadar saat itu ternyata kamu masih di dalam rumah di lantai dua, Tiba-tiba saja dari arah belakang kami lari menerjang masuk ke dalam rumah, ternyata nenekmu Nak .. Nenekmu, Nenekmu lari memaksa masuk ke dalam rumah kemudian naik menerobos ke lantai dua, setelah menggendong dan membawamu, Nenek mu terjun dari lantai Dua, terjun sambil menggendong kamu Dan sejak saat itulah nenek mu LUMPUH.”
Anak itu terdiam sambil meneteskan air mata tanpa suara, dan mulai saat itulah iya tidak pernah lagi protes saat-saat di suruh merawat nenek nya, bahkan hari-harinya di habiskan untuk merawat neneknya, ia sangat senang dan bangga bisa merawat nenek nya, ia bangga pada neneknya tiada kesenangan melebihi kesenanagan merawat nenek nya.
Andaikan kita tau mengapa kita berbuat sesuatu maka pastila kita akan bekerja dengan ikhlas, tekun dan serius. Ingat, dan yakinlah suatu saat pasti kita akan faham, apapun pasti akan kita lakukan untu membahagiakan orang yang kita cintai dan yang mencintai kita.
Sumber: Bagus Hernowo (Pesantren Entrepreneur)






0 komentar:
Posting Komentar