Rabu, 26 Maret 2014

Ketika Kebosanan menyapaku

Filled under:


Setiap insan, ketika selalu melakukan hal serupa. Selalu melakukan hal yang sama dan itu menurutnya tidak mendapatkan keuntungan atau sesuatu yang baru itu tidak menambah semangatnya, maka selalu saja akan bertemu dengan yang namanya rasa bosan. 

Abdullah bin Mas’ud juga berkata, “Hati punya saat giat dan semangat, sebagaimana ia punya waktu bosan dan malas, manfaatkanlah saat ia semangat dan istirahatkanlah saat ia malas.”

Ali bin Abu Thalib berkata, “Sesungguhnya hati itu merasa bosan sebagaimana tubuh juga merasa bosan, karena itu carilah hikmah-hikmah yang menarik.”  
Jadi, terkadang Hati bertabrakan dengannya (dengan si "BOS"an). Kita tau bersama pula bahwa, sesuatu yang bertabrakan akan kalah dari salah satunya. Entah itu yang menabrak yang kalah, mati, mundur atau enyah dari perkara tersebut .. atau yang ditabrak yang akan menjadi pemenang !!!!???. Hanya pelaku yang bisa menebaknya. 

Itulah tabiat manusia. Ada rasa bosan. Dan hanya sang pencipta yang tidak pernah bosan, Dia tidak pernah bosan untuk memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-hambaNya. Tidak pernah bosan dalam beraktifitas, menggerakkan dunia dan apa yang ada didalamnya. Allah selalu tepat waktu dalam menerbitkan dan menenggelamkan matahari. Ini adalah tanda bahwa Allah tidak pernah bosan untuk memberikan kebaikan kepada para hambaNya.
Hanya saja, terkadang hambaNyalah yang cepat bosan dalam bermu'amalah dengan Allah Yang Maha Agung. Bahkan Allah selalu menyuruh hambaNya untuk memohon ampun, untuk tidak bosan meminta rahmatNya.

Mari kita renungkan firmanNya: (Hadits qudsi) 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,

 يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR. Muslim no. 6737)

Bahkan disebutkan dalam riwayat bahwa Allah tidak akan bosan mendengarkan keluh dan kesah hambaNya, hingga hamba itu sendiri yang bosan akan permohonannya kepada Allah.

Dari ’Aisyah -Radhiallahu 'anha-, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kistiqomah) walaupun sedikit.” HR. Muslim no. 782

Manusia mungkin akan bosan dan jengkel ketika kita selalu datang mengetuk pintu dan meminta bantuan padanya. Namun, Allah Sang Maha Pengasih tidak pernah bosan sama sekali terhadap aduan para hamba-hambaNYa, yang sholehkah itu ataukah yang tholeh .. Dia tidak akan bosan.

Mari kita jaga rasa itu. Kita jaga agar kita tidak bosan untuk melakukan kebaikan. Hingga kita bertemu dengan kebosanan itu sendiri. Ketika kita bosan, maka janganlah lari dari kebosannan itu. Tetaplah maju untuk mengalahkan dan menghilangkannya secara perlahan. Dan sangat disayangkan ketika kita bosan dalam melakukan kebaikan. Maka, katakan JANGAN!!! padanya, Karena kebaikan yang sedikit saja, namun dilakukan terus menerus dia adalah sesuatu yang disukai oleh Allah Yang Menyinta Kebaikan. 

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. 
HR. Muslim no. 783, 

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”
HR. Muslim no. 782.

Jadi katakan pada si "BOS"an....laasabiila lituhaddima sabily...Say no to "BOR"ing.

By 'Abdullah Sa'id

0 komentar:

Posting Komentar