Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2014

Hati Lelaki Seperti Brankas

Filled under:


Hati lelaki seperti brankas, tempat menyimpan segala masalah. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya. Diam adalah cara dia untuk meraba jalan keluar. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari hari yang kudu ditaklukkan. Diendapkan dalam sikap dewasa dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya. Air mata lelaki mahal. Tidak mudah menetes manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik. Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan. Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukan.

Cerita? kapan kapan saja. karena dia hanya akan cerita bila memang ada peluang solusi masalah yang orang yang diajak berbagi. Tidak sembarang orang bisa mendengar curahan hati. Tidak semua orang pula bisa sedemikian mudah percaya dan mempercayakan masalahnya. Maka menyimpan masalah adalah lebih baik, daripada harus terbuka kanal hati hingga lari kemana mana masalah pribadi.


Berbeda dengan perempuan. Hatinya tak kuasa menahan persoalan persoalan. Bercerita, berbagi, dan juga mengekspresikan diri dalam sikap dan tingkah laku adalah hal yang biasa. Susah bagi wanita menyembunyikan perasaan. Apakah itu suka, benci atau bahkan sedih. Ingin rasanya seperti pria yang selalu pakai logika. tapi nampaknya perempuan memang berbeda. Dia lebih suka bicara pada hati dan komitmen. Bicara pada soal memiliki dan dimiliki. Tidak lagi bicara pada soal suka atau tidak suka semata.


Maka air mata bagi wanita adalah sebuah cara untuk mengungkapkan perasaan. Bahagia, haru, benci dan bahkan luka, menjadi sangat jelas terpancar lewat linangan air mata dan isakan tangisnya. Maka bila memang itu terjadi, mereka hanya butuh didengar dan diperhatikan. Butuh dibantu dan diakui keberadaannya. Serta butuh sandaran, yang akan bisa menguatkan, langkah kaki kehidupan yang masih kudu berjalan entah sampai kapan ...

Posted By White ocean19.04

Senin, 27 Januari 2014

Cowok Koq Nangis ?

Filled under:


Boys, nangis itu bahasa universal, salah satu bentuk pengungkapan perasaan, lagian cowok kan juga manusia pasti bisa dan boleh nangis. Sebagai anak manusia, cowok juga punya yang namanya taqhatul hayawiyah (potensi kehidupan) yang didalamnya tercantum gharizah (naluri). Pada saat merasakan kesedihan karena misalnya ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya, maka menangis adalah bentuk pengungkapannya.
Tapi dari semua keadaan yang membuat kita menangis, entah itu keadaan sedih maupun terharu, maka harusnya menangis itu karena Allah. Nah, apa yang terkategori menangis karena Allah itu?
1. Menangis karena ingat dosa
Putus dari pacar atau berniat memutuskan untuk tidak pacaran lagi, dan kemudian tobat, itu menangis yang bagus. Dalam islam, dosa bagaimanapun bentuknya besar atau kecil banyak ataupun sedikit selagi yang mengerjakan dosa memiliki kemauan untuk bertaubat Insya Allah akan diampuni. Firman Allah Swt :Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar : 53)
2. Menangis karena senantiasa ingat akhirat
Pada saat sendirian di malam hari pas saat sholat tahajud, kemudian ingat akhirat, trus ditambah belum banyak amal sholih yang kita lakukan, saat itulah menangis yang dianjurkan. Dari Abu Hurairah, di berkata, Rasulullah bersabda, “Tujuh macam orang yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungannya … dan seorang yang mengingat Allah dalam kesendiriannya, lalu kedua matanya berlinangan air mata.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Menangis karena amanah yang khawatir tidak tertunaikan

Ketika kita dapat amanah apalagi yang terkait dengan jabatan, maka kebanyakan dari kita bersuka ria, tapi tidak dengan yang sadar kalo amanah itu pertanggujawaban, pasti akan menangis karenanya. Seperti yang saat itu terjadi ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, sepontan dia menangis, hingga istrinya bertanya: “Wahai suamiku, mengapa engkau menangis seperti itu ? Umar pun menjawab: “Sesungguhnya aku telah diangkat menjadi khalifah untuk memimpin urusan umat Nabi Muhammad SAW”. Aku sadar bahwa Allah pasti akan meminta pertanggungjawabanku atas amanah yang aku pikul. Namun, aku bimbang tidak sanggup memberikan bukti bahwa aku telah melaksanakan amanah ini dengan baik sehingga aku menangis”.
4. Menangis karena dibacakan ayat-ayat Allah
Seringlah banyak membaca Alquran, apalagi jika mau memahami arti dan maknanya, karena itu yang bisa bikin kita nangis. Seperti layaknya para sahabat Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah Saw, sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Apabila ia membaca al-Qur’an, maka ia tidak akan bisa menahan air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).
Nabi dan para sahabatnya adalah yang paling sering nangis kalo dibacakan ayat-ayat Alquran. Ibnu Umar membaca surat Al-Muthaffifin, ketika sampai di ayat 6, ia terhenti lama sekali karena tangisnya yang panjang tak kunjung reda. Umar bin Khatab membaca surat Yusuf, ketika sampai di ayat 86, sahabat Nabi yang kekar, tegap dan ksatria itu menangis sejadi-jadinya. Ketika turun surat An-Najm ayat 59-60, Nabi Saw dan sahabat, hatinya bergetar, Beliau menangis dan para sahabat juga menangis. Ibnu Mas’ud membaca surat An-Nisa’, ketika sampai pada ayat 41, Rasulullah menyuruhnya berhenti sambil berlinang air mata membasahi pipi.
5. Menangis karena khawatir ‘terjebak’ dunia
Abdurrahman bin Auf menangis karena kekayaannya, ia iri dengan Mushab begitu miskinnya hingga kain kafan Mush’ab tak cukup menutupi seluruh tubuhnya. Khalid menangis jelang wafatnya “Aku ingin mati syahid, tapi kini aku akan mati di atas tempat tidur seperti matinya unta”. Salman al Farisi menangis jelang wafatnya, ia takut tak bisa penuhi nasehat Nabi untuk zuhud padahal harta Salman saat itu hanya ember untuk mencuci dan mandi. Muadz bin jabal juga menangis karena mentadaburi hadits tentang riya’ lalu ia khawatir penyakit itu hinggap di hatinya. Kemudian Abu Hurairah menangis saat sakitnya “Bukan dunia yang kutangisi, tapi panjangnya perjalanan kuhadapi & sedikitnya bekal yang kubawa nanti.” Pun dengan Utsman bin Affan yang dermawan dan ahli sedekah, jika melewati kuburan, beliau menangis “Kubur itu gerbang akhirat, jika disiksa di sana, pun nanti di neraka”
6. Menangis karena bersedih atas nasib kaum muslimin
Dan yang cukup membuat kita harusnya juga menangis adalah ketika melihat nasib kaum muslimin saat ini. Umat muslim di Palestina, Rohingnya, Syiria dan sebagainya saat ini mengalami pembantaian yang tiada henti. Belum permasalahan negeri kita sendiri yang notabene negeri muslim terbesar, tapi kemaksiatan macam pornografi, seks bebas, prostitusi masih marak di negeri ini. Maka kita harusnya menangis jika menyaksikan fenomena itu. Menangisnya lebih karena sedih, jika kita tak bisa ikut bergabung bersama dalam dalam untuk merubah semua kemungkaran tersebut.

Jadi boys, menangislah sebelum menangis itu dilarang. Menangis koq dilarang? Iya, nanti ketika sudah mati, maka menangis tentu tidak bisa dan tidak ada gunanya. Perawakan boleh gagah layaknya gatotkaca, tapi hati kalo bisa seperti arjuna J

Menangislah selagi bisa dan menangis hanya untuk Allah. Yuk berlindung kepada Allah dari hati yang mengeras, agar kita dibisakan menangis karena Allah.

Sumber: Tintadakwah.com

Posted By White ocean08.27

Minggu, 19 Januari 2014

Dinamika Virus Merah Jambu

Filled under:



Pernankan saya menuliskan untaian keluhan hati menyaksikan fenomena penyebaran virus merah jambu yang sungguh kian meresahkan, bagaimana tidak ? karena virus ini sungguh sangat berbahaya sebab mampu melumpuhkan logika dan akal fikiran orang-orang yang digandrunginya. Virus ini banyak menyerang remaja-remaja yang ditemuinya atau bahkan orang dewasa sekalipun dan tak bisa dipungkiri karena tak jarang virus ini juga menyerang para aktivis dakwah *astagfirullah*. Sungguh sebuah penyakit yang patut untuk dihindari karena mampu mematikan hati seseorang, hingga tatapan orang yang terkena tertutupi tabir yang hanya menampakkan keindahan sang pujaan hati.

Dalam alinea bait-bait kegelisahan ini, saya mengajak anda untuk menelusuri jauh lebih dalam tentang ‘Virus Merah Jambu’ ini sedalam kegelapan tabirnya yang sungguh melenakan dan bahkan merusak aqidah. Cinta yang menjadi latar belakang penyebaran virus ini, tapi taukah anda sesungguhnya ini bukanlah cinta melainkan nafsu yang dibalut dan dibungkus rapi dengan nama cinta. Ungkapan ‘Cinta’, ungkapan ‘sayang’ yang terlisankan sebelum akad bukanlah sebuah kejujuran lisan melainkan sebuah ikrar pendustaan hati yang tak berdasar dan tak tentu arahnya. Ingin bukti ? mari kita lihat dan telusuri orang-orang yang lagi kasmaran dan saling memadu kasih dengan seorang yang bukan mahromnya, apa yang akan kita dapatkan ? yakni KEBOHONGAN yang akan terus Nampak jika dilihat menggunakan akal fikiran tapi bagi orang-orang yang sedang kasmaran, kebohongan itu tak Nampak karena syaithon telah mengendarainya dengan mengatasnamakan ‘cinta’.

jika anda lelaki, saya mengajak anda untuk bertanya lebih dalam kedalam hati anda, “apakah yang mendasari anda melisankan cinta kepada wanita yang bukan mahrom dengan cara yang tak disyari’atkan??”, jika benar ada cinta untuknya mengapa hanya berani sebatas hubungan yang tak terikat dengan ikatan yang kuat (yakni dengan pernikahan) ? jika benar ada cinta, mengapa harus melalui hubungan ‘pacaran’ ? pacaran tak menjanjikan sebuah kebahagiaan dan bahkan pacaran tak janjikan sebuah pernikahan!!. Toh jika terjadi pernikahan, maka tak ada nilai lagi didalamnya karena cinta yang harusnya bersemi diawal pernikahan kini telah tiada dan dihabiskan kala berpacaran. Tak jarang pula pacaran menjadi cikal bakal terjadinya perceraian dan bahkan telah terbukti dengan fakta nyata bahwa tingkat perceraian yang semakin meningkat itu terjadi pada para pelaku pacaran *Naudzubillah*.

Jika anda wanita, saya mengajak anda untuk merenung sejenak, “apa manfaat yang akan tertorehkan buat diri anda dengan pacaran ?” sungguh tak ada manfaatnya saudariku, yang ada hanyalah mudhorat *kerugian* bagi diri anda. Tak jarang saya menemukan argument para wanita dengan rasa bangganya ketika banyak lelaki yang meliriknya atau bahkan banyak lelaki yang berlomba untuk menjadikan sang kekasih yang tak halal dan mungkin tak kan pernah jadi halal. Sungguh ini bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan karena taukah anda, ajakan mereka untuk berpacaran tak ayalnya bagaikan ajakan untuk berzina dengannya *naudzubillah min dzalik*. Berpacaran juga bukan tanda yang membuktikan bahwa anda ‘laku’ melainkan menjadikan diri anda ‘murahan’ (maaf), karena dengan mudah dan murahnya para lelaki menyentuh anda dengan bebasnya dan ketika telah bosan maka anda akan ditinggalkan atau mungkin ketika tak ada kecocokan maka perpisahan yang akan menghantui, lalu siapakah yang merugi ? tentulah ANDA WAHAI WANITA!!!. Maka dari itu SADARLAH, islam telah memuliakan diri anda maka jangan pernah hinakan kembali dengan membiarkan para lelaki menyentuh anda melalui hubungan yang tak halal!!!.

Mari kita telusuri kembali tabir hitam yang tersebunyi dalam hubungan yang tak halal dengan mengatasnamakan cinta. Tidakkah kau lihat disana, berapa banyak wanita-wanita yang hilang kehormatannya karena virus merah jambu ini ? sungguh amat teramat sangat banyak saudara/i ku, dan bahkan anak sekolah dasar (SD) sekalipun sudah berani melakukannya maka benarlah sudah bahwa ‘pacaran bukan tanda kedewasaan melainkan beradegan dewasa’. Tak jarang juga, karena putus cinta mengakibatkan terjadinya bunuh diri atau pembunuhan sang kekasih. Lalu apa anda masih menggap pacaran sesuatu yang positif ? saya berani mengatakan bahwa dalam pacaran yang ‘nikmat’ adalah lelaki dan yang menderita adalah wanita!!!..

Berhubung menyinggung tentang pacaran postif, saya teringat dengan dalih dari para pelaku pacaran yang bunyinya kurang lebih seperti ini, “kami tak ngapa-ngapain ?” => | nah tidak ngapai-ngapain saja berdosa, mending jangan deh!!. | “ini kan penjajakan sebelum nikah (itung2 kenal colon sebelum menikah)” => | terus, sampai harus jadi orang yang ‘murahan’ gitu?? Bebas dimiliki oleh siapapun tanpa ikatan syar’i.. | “kami kan pacaran islami” => *kayak gimana tuh pacaran islami ? sebab kemaksiatan dan kebenaran tak akan pernah jadi satu dan tak mungkin bisa disatukan.. *pacaran = maksiat *kebenaran = tidak pacaran!!!.. | “diakan bisa jadi sumber motivasi gitu” => | awalnya sih iya, tapi udah putus ya nangis, mending jangan pacaran deh!!!.. | “kenapa sih pacaran dilarang ? apa islam tidak mengenal cinta ?” => | wadaooww, bukannya islam tidak mengenal cinta tapi islam menjaga cinta, islam adalah agama yang penuh cinta, namun dalam cinta mencinta ada aturannya bukan semau lo, atau semau gue!!.. apa yakin cinta saat pacaran ? jika dikalkulasikan nih, pacaran itu 10% cinta dan 90% nafsu!!!. Tak percaya, coba buktikan!!!..

Diakhir bait keluhan hatiku ini tentang virus merah jambu, saya ingin mengajak anda untuk membuka hati anda akan indahnya cinta yang telah diatur dalam islam. Sungguh sebuah kebagiaan telah dijanjikan ALLAH bagi mereka yang mengikuti syari’at islam yang telah ditetapkannya. Sahabatku, jika belum siap untuk menikah, mari pentaskan diri terlebih dahulu, perbaiki diri terlebih dahulu dengan belajar islam. Dan mari kita fokuskan cinta yang kita miliki hanya untuk ALLAH dan Rasul-Nya maka yakinlah ALLAH akan memberikan kita seseorang yang akan menjadi bidadari pendamping yang setia hingga di Surga kelak *Insya ALLAH*. Pegang teguhlah bahwa, LAKI LAKI YANG BAIK HANYA UNTUK WANITA YANG BAIK-BAIK DAN WANITA YANG BAIK HANYA UNTUK LAKI-LAKI YANG BAIK-BAIK PULA.


Posted By White ocean19.37