Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2015

Masa Lalu

Filled under:


Setiap orang itu punya masa lalu, saya ataupun kamu.

Entah itu masa di mana paling membahagiakan, menyedihkan, memalukan, ataupun menakutkan.

hanya saja setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi masa lalunya,

ada yang bersedia berbagi dengan yang lain, ada pula yang memilih untuk tetap menjadikannya rahasia.

Berbicara tentang masa lalu dan rahasia.

Siapa sih yang tidak memiliki rahasia??

Bahkan sedekat apapun seorang ibu dan anak, kadang masih ada rahasia di antara keduanya, apatah lagi hanya seorang sahabat, sangat jarang didapatkan mereka yang benar-benar berbagi seluruh kisah hidupnya dengan orang lain.

Maybe itu menurut saya, oke kita punya pandangan yang berbeda, itu wajar, saya rasa dunia akan sangat monoton jika kita selalu memiliki sudut pandang yang sama.

Banyak orang yang kadang keliru menilai orang lain dengan melihat masa lalunya.

Ada pula yang cara penilaiannya langsung berubah saat mengetahui latar belakang masa lalu orang yang sudah dikenal baiknya.

Kawan,

orang yang kau kenal hari ini, belum tentu orang yang sama esok hari.

Banyak hal yang bisa membuat orang berubah jangankan berbulan-bulan dan tahun, dalam hitungan hari dan jam pun bisa jadi membolak balikkan keadaan.

Jikalau seseorang yang kau kenal memiliki masa lalu yang kusam, jangan lihat dia di waktu terbelakang, lihat dia yang sekarang, tahukah kau, seberapa besar usahanya untuk memperbaiki diri??

Adapun yang dulunya terlihat baik dan mengagumkan, lalu menjadi minus, jangan langsung menghujatnya, lihatlah seberapa kuat dia berusaha bertahan selama ini, bukankah kata-kata yang bijak dan lembut itu lebih menyejukkan hati.

Berhenti menilai dari fisik, dari kain yang ia gunakan, dari ekspresi wajah yang kadang dipalsukan.

Karena hati, dengan keyakinan dan keinginannya tak pernah berdusta dan selalu mendekati kebenaran.

Dekati dari hati, akan ada sinyal alami yang akan menyambungkan kembali hingga keadaan dan perasaan itu bisa kembali membuat kita saling mengerti

:-) antara saya dan kalian.

Kita punya rahasia yang akan tetap menjadi rahasia

“Jagalah aib saudaramu niscaya Allah akan menjaga aibmu”.

-Kunci Kebaikan-

Posted By White ocean00.30

Minggu, 11 Mei 2014

Nilai Persaudaraan

Filled under:




Perpecahan timbul dan ukhuwah diantara kita akan terputus apabila kita tidak mau saling menyadari akan keterbatasan diri kita, apabila kita tidak mau berbaik sangka terhadap sesuatu yang tampak pada saudara kita, dan apabila kita tidak mau memperlakukan satu sama lain untuk saling memahami tentang kekurangan-kekurangan kita.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya sebagai manusia kita pasti pernah melakukan kesalahan sebab kita bukanlah orang-orang yang ma’sum, bukan orang-orang yang yang terjaga dari dosa, karena itu .. satu waktu kita akan melihat saudara kita melakukan kesalahan, dan kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kesalahan itu agar menjaga kelangsungan ukhuwah kita.

Sahabatku .. barang siapa yang bersedia bersahabat hanya dengan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan maka sebaiknya dia bersahabat dengan makhluk selain manusia, atau sebaiknya ia memutuskan untuk tidak banyak kawan dan banyak musuh.
Seorang imam yang merupakan panutan banyak ‘ulama ia adalah Abu Roja’ bin Khuwai, beliau pernah mengatakan “Barang siapa yang tidak bersaudara kecuali dengan orang yang memiliki ‘aib maka kawannya sangat sedikit, barangsiapa tidak ridha terhadap saudaranya kecuali dengan keikhlasan kepadanya maka kebenciannya tak pernah berakhir, dan barang siapa yang memaki-maki saudranya atas setiap dosa maka musuhnya sangat banyak”.

Sahabatku .. memahami bahwa kita adalah berbeda, memahami bahwa setiap manusia pernah bersalah, memahami bahwa setiap kita manusia tak akan pernah memiliki kesempurnaan secara hakiki, sesungguhnya dalah awal dari sebuah kesadaran unutk saling memahami satu sama lain.

Dan sungguh sikap seperti ini akan dapat memperteguh nilai-nilai persaudraan kita dengan orang lain, walaupun orang itu begitu banyak kesalahan dan kekurangannya, dan kalau kita ingin tetap besaudara jangan jauhi mereka tapi dekatilah mereka, sebab semakin jauh kita meninggalkan orang yang bersalah maka sesungguhnya mereka akan tetap melakukan kesalahan bahkan kesalahannya akan membabi buta, tapi dengan mendekatinya agar kita mampu menasehatinya, inilah sebuah perilaku yang arif dan bijaksana, agar kwsalahan-kesalahan mereka tidak dirasakan oleh orang-orang terdekat mereka.

Saudaraku .. inilah yang harus kita lakukan saat ini, ketika kita melihat orang lain beruat salah maka hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah datangi dan kemudian akrapi, kalau kemudian ada kesalahannya maka nasehati.

Semoga ini adalah salah satu cara dan kiat agar kita tetap menjadi bagian dari masyarakat kita dan mempererat ukhuwah diantara kita, InsyaAllah.


Salinan dari 'Radio Dakta Fm'

Posted By White ocean20.09

Rabu, 23 April 2014

Organisasi

Filled under:


Organisasi, himpunan, perkumpulan, jama’ah atau apapun namanya di dalam islam bagaikan kapal laut-kapal laut yang berlayar dan menuju ke sebuah pulau yang satu bernama ‘pulau kejayaan islam’. Pernah di masa silam para pendahulu kita bermukim di sana tapi para orangtua kita meninggalkan pulau tersebut dan tersesat dalam derasnya arus kehidupan. Maka beberapa kelompok berkumpul dan membentuk sebuah kapal laut-kapal laut yang bisa mengantarkan mereka kembali ke pulau tersebut. Pemimpinnya adalah nahkodanya. Dan dengan hasil musyawarah dibentuklah susunan koordinasi pada kapal laut tersebut agar semuanya tidak saling sikut kewajiban, saling berebut tugas, atau saling mengharapkan temannya mengerjakan pekerjaannya. Ada regu yang mengurus bahan bakar kapal, ada yang mengurus makanan, ada yang mencari ikan, ada yang membersihkan kapal, ada yang memperbaiki kerusakan kapal, dan lain-lain.

                Sebetulnya setiap orang dipersilahkan berlayar sendiri menggunakan perahu kecil yang dimilikinya, akan tetapi perlu diingat bahwa dalamnya air laut siapa yang kira tingginya ombak siapa yang duga. Orang-orang yang hanya mengandalkan perahu kecil kemungkinan tenggelamnya dalam gelombang laut terlampau besar untuk ditanggung oleh pundak seoarng anak manusia. Makanya, dalam perjalanannya kapal laut ini menuju ke pulau maka kapal-kapal ini akan memanggil orang-orang yang berada di bwah mereka yang menggunkan perahu-perahu kecil. Dengan tujuan menambah jama’ah karena dengan lebih banyaknya jama’ah maka akan ada banyak hal yang bisa diselesaikan dibanding jika dikerjakan oleh jama’ah yang sedikit.

                Dalam perjalanannya, kapal-kapal ini akan menghadapi berbagai macam aral, gelombang pasang, angin gemuruh, cuaca yang keras, hujan badai, dan karang-karang laut. Akibatnya adalah kapal-kapal ini akan mengalami kerusakan yang paranh di sana-sini. Belum lagi di antara masalah yang ditimbulkan oleh penumpang-penumpang yang mementingkan diri sendiri berbuat seenaknya atas nama kapal. Mereka mencoreng nama baik kapal dan merobek bendera kapal, dalam bahasa kiasan. Yang mengakibatkan ada di antara para penumpang yang tidak tahan dengan kondisi kapal ini yang membuat mereka pusing, mabuk dan muntah-muntah. Ketika mereka yang tidak tahan ini sudah berada pada kondisi yang menjadikan mereka muak, mereka pun akhirnya turun dari kapal dan menggunakan sampan kecil mereka atau mereka akan beralih ke kapal yang lain.

                Akan tetapi tidak bisa disangkal bahwa ada beberapa penumpang yang telah tertempa, terlatih, dan terbiasa dengan kondisi seperti itu, maka mereka akan dengan sabar berada di atas kapal tersebut. Mereka akan memanggil sesama penumpang kapal dan membicarakan bagaiman cara untuk memperbaiki kerusakan kapal yang terjadi. Bahu membahu dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah, karena mereka yakin sudah sunnatullah bahwa lebih banyak kepala memang bisa mendatangkan banyak masalah tapi bisa juga membawa banyak ide-ide yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Mereka yakin bahwa keruh pahitnya dalam berjama’ah jauh lebih lebih baik dari jernih manisnya ketika bersendirian.

                Seiring berjalannya waktu, di antara kapal-kapal tersebut ada yang kerusakannya sudah sangat parah dan sulit untuk diperbaiki. Nahkoda sudah tidak peduli, navigator tidak peduli, seluruh penumpang juga tidak lagi peduli. Akhirnya kapal itu kehilangan arah, berputar, terombang-ambing dalam ganasnya ombak samudera. Yang menjadikan kapal itu melenceng dari tujuan yang semula yaitu mencapai pulau kejayaan islam. Ketika kapal yang sudah sangat rusak parah tersebut sudah tidak bisa diperbaiki, nahkoda sudah tidak peduli, penumpang saling mementingkan diri sendiri. Segala upaya untuk memperbaiki kapal kandas di tangan para pembuat kapal itu sendiri. Maka menjadi hal yang wajarlah jika sebagian orang dari mereka keluar dari kapal untuk membuat sebuah kapal baru, bukan sebagai bentuk pengkhianatan kepada teman-teman seperjuangannya, tapi sebagai bentuk menjaga agar diri mereka tidak ikut terseret dalam gelombang samudera yang menghantam. Agar tujuan dan cita-cita awal mereka menuju ke pulau tetap bisa terselesaikan. Agar mereka bisa berlabuh dengan suka cita di sana.

                Akhir cerita, ketika mereka telah berlabuh, maka kapal-kapal tersebut pun ditinggalkan, benderanya mungkin masih berkibar, catatan-catatan rekaman pelayaran mungkin masih tersimpan, tiang-tiangnya masih tegak berdiri, cerobongnya masih kokoh menatap angkasa, tapi kapal itu sendiri kini tinggal kenangan. Karena pulau sudah dicapai, tujuan sudah tergapai, maka untuk apa lagi kita membangga-banggakan kapal kita, untuk apa lagi kita tetap tinggal di kapal. Bukankah tujuan awal kita membuat kapal untuk menuju sebuah Pulau, kapal itu hanya sebagai sarana transportasi. Dan ketika sarana itu sudah tidak diperlukan lagi maka kita pun meninggalkannya. Karena dengan meninggalkannya maka ummat bisa kembali bersatu dalam naungan islam tanpa membanggakan bendera dan semboyan masing-masing.

Oleh, Dzaky Mubarak

Posted By White ocean23.55