Saya masih ingat hari itu, Kamis, 30 Januari tahun 2014. Ustadz itu, dia berdiri di sana, di bawah mihrab masjid. Ustadz yang usianya sudah sepuh tapi semangatnya masih muda membara. Sekitar 20 meter di depannya, kawan sekaligus teman seperjuangannya terbujur kaku di atas keranda jenazah. Kawan yang usianya masih lebih muda usianya dibandingkan dengan beliau telah mendahuluinya.
Dan aku, berdiri sekitar 10 meter di depannya agak serong sedikit dekat pintu selatan masjid mendengar wejangan beliau, وَ كَفَى بِالمَوْتِ وَاعِظًا
"Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat."
"Ada sebuah ayat dalam al-Qur`an," kata beliau, "yang semoga ustadz kita dan kita termasuk di dalamnya. Ayat itu terdapat pada surah al-Ahzab,
مِنَ
المُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُو اللهَ عَلَيهِ فَمِنهُمْ
مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَ مِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَ مَا بَدَّلُوا
تَبْدِيلًا
"Di antara orang-orang yang beriman ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang telah gugur. Dan di antara mereka ada yang masih menungu, dan mereka sedikirpun tidak mengubah janjinya." (Al-Ahzab : 23)
"Semoga,"
sambung beliau, "ustadz yang telah mendahului kita termasuk yang telah
gugur dan kita termasuk orang yang masih menunggu dan tidak pernah
mengubah janji tersebut."
Sekelebat
dalam ingatan, bunyi ayat tadi mengingatkan saya akan sahabat
Rasulullah, Anas bin an-Nadhr yang merasa bersalah karena tidak ikut
pada perang Badar membela Rasulullah dan berjanji akan meperlihatkan
kepada Allah apa yang akan ia perbuat jika Allah menakdirkan ada
pertempuran selanjutnya.
Jujurlah dia dengan janjinya,
setahun setelahnya, berkecamuklah perang Uhud dan dia langsung mengambil
bagian dalam perang itu. Sebelum perang berkecamuk, dia berkata, "Duhai
angin surga. Aku telah mencium bau surga dari balik bukit Uhud."
Dan
setelah perang berakhir, tubuh sahabat itu terbujur kaku dengan lebih
delapan puluh bekas pukulan, tusukan tombak dan bekas anak panah
terlihat melekat tubuhnya.
Semoga Allah mempertemukan kita
kelak di surga bersama dengan sahabat-sahabat yang telah mendahului
kita ke sana. Sambil bersandar di atas balai-balai surga tersenyum ceria
bernostalgia tentang kisah-kisah perjuangan hidup ketika masih di
dunia. Amiin.
Oleh, Dzaky Mubarak
Oleh, Dzaky Mubarak






0 komentar:
Posting Komentar