Dibawah pohon yang menyejukkan, dikagetkan dengan kehadiran seorang sahabat. Sebut saja namannya Ali. “ada kisah inspiratif yang ingin saya ceritakan” tuturnya dengan suara yang penuh semangat. Sore itu, ditengah hiruk pikuk suasana kota, lanjutnya ia bercerita. Saat sedang hendak pulang dari tempat perbelanjaan bersama sang istri, saya tiba-tiba dihampiri oleh seorang pengemis. Wanita tua yang menggandeng anaknya yang masih kecil seraya berkata, “Bu, berikan kami sedekahnya! Bu sedekahnya.”
Tanpa berfikir panjang sang istri segera membuka dompetnya lalu menyodorkan uang selebaran senilai Rp. 5.000. Sang pengemis pun menerima uang tersebut, tak berselang lama tatkala mengetahui bahwa apa yang dia peroleh tak mencukupi kebutuhannya maka sang pengemis pun kembali memberikan isyarat dengan tangannya yang menguncup lalu didekatkan kemulutnya seolah-olah ia sedang berkata, “saya dan anakku sudah berhari-hari tidak makan maka tolong berikan lagi sedekahnya yang lebih agar kami bisa membeli makanan untuk berdua”. Mengetahui apa yang berusaha disampaikan oleh sang pengemis, maka istri Ali segera menimpali dengan menjawab, “maaf kami tidak bisa menambahkannya lagi, hanya itu yang bisa saya berikan”. Namun ironisnya, sang istri justru menuju ke sebuah kedai makan untuk menyantap makanan dikedai tersebut. Bersamaan dengan kejadian itu, Ali bergegas meninggalkan sang pengemis menuju ke sebuah mesin ATM. Ya, hari itu adalah hari ia gajian maka dia ingin mengecek apakah gaji yang dia terima sudah ditransfer kerekeningnya. Benar saja setelah memasukkan kartu ATM dan mengecek saldo, saldonya bertambah dengan nilai yang lumayan besar. Dengan senyum yang merekah dari bibirnya, ia bergegas untuk menarik uang yang ada direkeningnya tersebut.
Kini dompet sudah terisi dengan ratusan ribu dengan jumlah yang cukup besar. Tak sengaja diantara banyaknya uang ratusan ribu yang tertata rapi, dia menemukan uang Rp. 10.000. Dengan bergegas meninggalkan ATM lalu menemui sang pengemis tadi. Ya, dia memberikan uang tersebut kepada sang pengemis. Dengan sontak sang pengemis mengucapkan, “Alhamdulillah.. alhamdulillah.. alhamdulillah.. terima kasih pak, semoga bapak diberikan keberkahan rezeki yang berlipat ganda. Semoga bapak diberikan kesehatan dan panjang umur berserta istri dan anak bapak, semoga ALLAH memberikan keberkahan dalam keluarga bapak, dihiasi dengan istri dan anak-anak yang sholeh/sholehah, semoga ALLAH memberikan surga kelak dihari kiamat!”, do’a sang pengemis mengiringi merekahnya senyum diwajahnya karena telah merasa cukup untuk membeli makan beserta anaknya.
Tak terkira terlintas dibenak Ali, ia mendapatkan respon yang luar biasa indah dari sang pengemis. Tak habis fikir dan tak pernah disangkanya bahwa sang pengemis akan sangat gembira seperti itu. Ia hanya memikirkan bahwa yang akan dia terima ucapan terima kasih saja. Kuncup haru dan mata yang berkaca-kaca menghiasi wajah Ali, terlebih tat kala sang pengemis mengatakan sekali lagi kepada anaknya, “nak, Alhamdulillah kita sudah bisa membeli makanan”. Deg!!! Sentakan dahsyat seakan menghujam dada, membuat Ali semakin terharus hingga meneteskan air mata. Rupanya wanita itu sangat membutuhkan tambahan sedekah agar bisa membeli makan bersama putrinya karena sudah berhari-hari tidak makan. Sejurus dengan itu mata Ali mengikuti sang pengemis yang berjalan menuju warung makan kecil untuk membeli makanan.
Ia masih terdiam dan terpana ditempatnya merenungi baru apa yang baru saja ia saksikan. Seiringan dengan itu sang istri kembali menghampiri setelah makan dikedai makan yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Melihat mata sang suami yang berkaca-kaca, sang istri pun bertanya, “ada apa pak?”. Dengan suara yang agak parau dan terbata-bata, Ali berkata, “Aku baru saja menambahkan sedekah yang kamu berikan tadi sebesar Rp. 10.000”. mendengar hal itu sang istri ingin mengutarakan ketidaksetujuannya, namun Ali segera memotong dan melanjutkan perkataannya, “Bu, aku hanya memberikan sedekah sebesar itu, tapi dia berucapak hamdalah, dia berucap syukur berkali-kali seraya berdo’a. mendo’akanku, mendo’akanmu, mendo’akan anak-anak kita, dan do’a yang panjang sekali!!”
Dia hanya menerima nikmat ALLAH sebesar Rp. 10.000 saja, Subhanallah dengan begitu dahsyatnya dia berucap syukur yang tak terkira. Padahal saya sebelumnya mengambil gaji di ATM yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan kali lipat dari pada apa yang saya berikan, namun saya hanya tersenyum sambil mangguk-mangguk. saya lupa bersyukur kepada ALLAH, saya lupa mengucapkan hamdalah. “Bu saya malu!!, saya malu kepada ALLAH, saya malu kepada diriku sendiri, dan saya malu kepada pengemis tadi karena tak mampu bersyukur”. Ali meneteskan air mata di akhir kalimatnya.
By @PejuangCintaNya
About White Ocean
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, blogger mati meninggalkan postingan. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shalih yang mendo’akannya.” HR. Muslim






0 komentar:
Posting Komentar